MATERI GANTUNGAN KUNCI

By sae gallery - December 27, 2023

 


quotes:
menderita mencari ilmu
lebih baik, daripada
menderita karena dungu

Daftar Isi
. Pembukaan
. Tujuan Pembelajaran
. Alokasi Waktu Pembelajaran
. Rencana Kegatan Pembelajaran
. Kebudayaan Lokal Mojokerto
. Industri Kreatif
. Contoh Usaha Advertising
. Mika Akrilik
. Jenis Stiker
. Jenis & Contoh Gantungan Kunci
. Referensi Harga Gantungan Kunci
. Alat dan Bahan
. Proses Pembuatan
. Penutup


PEMBUKAAN

Kehadiran Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan bagaikan dua sisi mata uang. Di satu sisi Ai bisa memberikan manfaat, namun di sisi lain dapat menimbulkan ancaman bagi manusia dan kemanusiaan.

Guru Besar UGM, Prof. Dr. Ir. Ridi Ferdiana, S.T., M.T., IPM., menyampaikan kehadiran AI memudahkan pekerjaan manusia, membantu lebih kreatif dan lebih produktif. Namun, AI bisa menimbulkan ancaman besar saat ada pihak-pihak yang mengembangkan varian baru AI yang menyalahi etika.

“AI jadi berbahaya ketika ada orang pintar yang paham AI dan membuat varian baru AI yang menyalahi etika seperti penyalahan terkait dengan privasi seperti perubahan muka dan sebagainya. Itu bahaya yang paling mengerikan,” paparnya saat menyampaikan paparan terkait Open AI dan Chat GPT dalam Sekolah Wartawan, Senin (26/6).

Dosen Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM ini menyebutkan bahwa kondisi tersebut tidak bisa dicegah. Oleh sebab itu, harus ada counter measure untuk mengatasi persoalan ini. Misalnya ada peneliti-peneliti AI yang mampu mengidentifikasi penyimpangan yang terjadi dan memasukan ke aturan yang bertanggung jawab terkait AI. Dengan begitu, saat timbul kejadian penyimpangan bisa dilakukan penindakan secara hukum.

“Begitu ada skenario menyimpang dan belum ada aturan ya dibebaskan. Jadi, kebayangkan penyalahgunaannya jadi harus ada counter measure dan ditutup aturan,”tutur Pakar Teknologi Informasi ini.

Ridi mengatakan perkembangan AI berjalan cukup pesat dan hal tersebut sulit untuk dicegah. Sebab, beberapa konsep AI sudah bersifat terbuka dan dikembangkan oleh siapa saja. Kendati begitu akses terhadap AI bisa dibatasi salah satunya seperti AI face recognition.

“Ke depan AI seperti kepemilikan senjata api yang harus berizin. Untuk AI yang sifatnya terbuka/umum silakan digunakan, tetapi AI yang spesifik yang berpotensi mengalami kelalaian mekanismenya akan ada perizinan dan ini sudah dilakukan,” urainya.

Saat disinggung tentang penggunaan Ai di dunia pendidikan, Ridi mengatakan bahwa kemunculan AI ini justru menjadi titik transformasi bagi pendidik dan hal ini tidak bisa dihindari lagi. Menurutnya, AI membawa kemajuan terutama untuk hal-hal yang bersifat produktifitas. Hanya saja yang menjadi persoalan utamanya adalah dunia pendidikan saat ini tidak bisa lagi menggunakan pendekatan penilaian secara konvensional. Penilaian diubah dengan sistem yang tidak dapat dipelajari oleh mesin. (https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-paparkan-ancaman-ai-paling-berbahaya/)

 

Suka atau tidak suka, gelombang pasang kecerdasan buatan semakin dekat. Info-Tech Research Group melaporkan bahwa 44 persen perusahaan swasta yang disurvei mengatakan mereka berencana berinvestasi pada AI pada tahun 2023. 
Implikasi jangka panjang dari AI masih harus dilihat. Namun satu hal yang jelas: Ketika AI mulai mengambil alih tugas-tugas yang secara historis ditugaskan kepada manusia, kita masing-masing perlu mempertimbangkan bagaimana untuk terus memberikan nilai sebagai manusia di sebuah perusahaan, di bidang perekonomian, dan di dunia. 

Salah satu cara terbaik untuk memberikan nilai yang tidak dapat digantikan oleh robot apa pun adalah dengan terus mengembangkan soft skill yang lebih baik — atau, sebagaimana saya suka menyebutnya, keterampilan manusia — yang didefinisikan sebagai “ karakteristik umum yang membantu karyawan berkembang di tempat kerja ” dan melengkapi keterampilan teknis mereka. kompetensi. 

Walaupun banyak perusahaan yang mengaku menyadari pentingnya soft skill, banyak perusahaan yang menolak berinvestasi dalam program pembelajaran perusahaan yang berfokus pada peningkatan keterampilan ini. Apa akar dari keraguan ini, dan apa risiko yang dihadapi perusahaan jika menunda inisiatif ini?

 

Mengapa soft skill itu penting 

Konsep “soft skill” muncul pada akhir tahun 1960an dan awal tahun 1970an, ketika militer AS memerlukan cara untuk membedakan antara “ bekerja dengan sesuatu yang secara fisik keras seperti mesin dan apa pun yang lembut saat disentuh .” 

Istilah “soft skill” yang digunakan oleh pihak militer masih menemui jalan buntu. Maju ke abad ke-21, dan menurut studi Wonderlic yang dilakukan pada tahun 2016 , 93 persen pengusaha memandang soft skill sebagai “sangat penting” atau “penting.” Laporan Global Talent Trends 2019 dari LinkedIn mengungkapkan bahwa 92 persen profesional talenta mengatakan bahwa soft skill sama pentingnya atau lebih penting daripada hard skill selama perekrutan.

Soft skill yang dipahami saat ini meliputi kompetensi seperti:  

  • Kecerdasan emosional
  • Komunikasi 
  • Kerja tim 
  • Manajemen waktu 
  • Berpikir kritis
  • Penyelesaian masalah
  • Pengambilan keputusan 
  • Manajemen konflik 
  • Kepemimpinan 
  • Kemampuan beradaptasi 

Keunggulan soft skill adalah menjadikan seseorang lebih berharga bagi organisasi terlepas dari peran spesifiknya, sehingga memungkinkan mereka memecahkan masalah sendiri maupun bersama orang lain. Bagian kedua ini sangat penting, karena kebutuhan akan saling ketergantungan antar rekan kerja saat ini lebih besar dibandingkan sebelumnya. 

Hanya sedikit orang di dunia kerja saat ini yang benar-benar menjadi kontributor individu. Dibutuhkan ekosistem orang dan tim mulai dari kepemimpinan hingga menyelesaikan hampir semua hal penting di tempat kerja; keterhubungan yang mendalam ini kemungkinan akan berkembang seiring dengan semakin berkembangnya AI dan teknologi lainnya. 

Saling ketergantungan mengharuskan masyarakat memiliki keterampilan manusia seperti kerja sama tim, kepemimpinan, komunikasi, pemikiran kritis, dan manajemen konflik agar dapat secara efektif mengumpulkan, memfokuskan, dan mengintegrasikan informasi dari berbagai sumber dan membuat keputusan yang melibatkan banyak pemangku kepentingan. 

Robert Fulghum tertarik pada sesuatu ketika dia menulis “ Semua yang Perlu Saya Ketahui yang Saya Pelajari di Taman Kanak-Kanak .” Sebagaimana direnungkan di bagian dalam: “Aspek kehidupan yang paling mendasar mempunyai peluang yang paling penting.” Soft skill , dalam arti tertentu, adalah aspek dasar kehidupan.

 

Pelatihan soft skill: Mulai dari mana? 

Meskipun mengakui pentingnya soft skill, hanya 31 persen perusahaan yang menawarkan pelatihan pengembangan soft skill kepada karyawannya. Alasan di balik pemutusan hubungan ini sederhana saja: Memberikan pelatihan soft skill yang efektif memang — sangat sulit . 

Meskipun benar bahwa manusia pada dasarnya lebih mirip daripada perbedaannya, perbedaan kita sangat terlihat ketika menyangkut perjalanan soft skill pribadi kita. Sulit untuk mengakomodasi nuansa ini saat berlatih dalam skala besar. 

Pembinaan dapat menjadi titik awal yang baik, membantu karyawan mengidentifikasi area kekurangan yang dapat mereka kembangkan lebih lanjut melalui pembinaan tambahan atau pelatihan perusahaan. Seorang Pembina juga mengurangi tekanan dari kepemimpinan untuk menciptakan waktu dan ruang untuk percakapan yang sering kali rumit ini. 

Saat menerapkan pelatihan soft skill, carilah peluang untuk melakukan standarisasi sebanyak mungkin dengan konten inti yang “siap pakai”, dan bersiap untuk menyesuaikan sisanya. Pendekatan ini akan mencegah organisasi Anda dari keharusan membuat 100 persen kurikulumnya sendiri sekaligus memastikan bahwa program tersebut memiliki personalisasi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan peserta didik yang berbeda-beda.

Pertimbangkan untuk menggunakan pendekatan Gestalt yang mendorong orang untuk berbagi pengalaman dan memungkinkan mereka untuk berhubungan dengan pengalaman tersebut sebagai cara belajar dan berhubungan. Dan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk belajar bersama rekan-rekan dan koleganya di jalur yang sama sehingga mereka tidak merasa terisolasi selama perjalanan. 

Jika Anda bermitra dengan perguruan tinggi atau perusahaan pelatihan korporat, Anda harus berpartisipasi untuk mencapai beberapa tujuan ini, namun hasilnya akan sepadan dengan usaha Anda. 

Semakin banyak AI dimasukkan ke dalam tempat kerja, semakin penting untuk mengingat siapa yang menggerakkan mesin: manusia . Dunia kita semakin kompleks, dan untuk mengatasi kompleksitas tersebut diperlukan keterampilan manusia yang tidak dimiliki robot – setidaknya saat ini.

Dari kenyataan diatas mengenai kondisi masyarakat dimana AI berkembang pesat, kemungkinan peran manusia yang diramalkan akan tergeser dengan mesin bisa dibendung dengan cara meningkatkan softskill atau keterampilan


Tujuan Pembelajaran

1.      Siswa mampu memahami perkembangan zaman dimasa mendatang dan mengingatkan pentingnya meningkatkan softskill

2.      Siswa mampu menyebutkan jenis usaha kreatif dan usaha advertising

3.      Siswa mampu menyebutkan potensi Kabupaten Mojokerto

4.      Siswa mampu keterampilan membuat gantungan kunci bahan akrilik

5.      Siswa mampu membuat design bertema kebudayaan lokal mojokerto

 

 Sumber dan bahan materi mengenai kebudayaan Mojokerto bisa diambil dari berbagai macam hal misalnya, tempat dan bangunan bersejarah, batik khas Mojokerto, Kebudayaan khas Mojokerto, Tempat wisata di kabupaten Mojokerto, dll

  • Museum Trowulan.
  • Kolam Segaran.
  • Candi Brahu.
  • Maha Vihara Majapahit.
  • Candi Bajang Ratu.
  • Candi Tikus.
  • Desa Bejijong
  • Batik Mojokerto
  • Bantengan
  • Ludruk
  • Kuda Lumping
  • Wayang Kulit
  • Mojopahit




INDUSTRI KREATIF 

 Apa yang dimaksud dengan ekonomi kreatif dan industri kreatif? Bagaimana cara mengembangkan ekonomi kreatif? Apa saja contoh ekonomi kreatif? Apa tujuan dari ekonomi kreatif? Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas tentang pengertian ekonomi kreatif menurut para ahli, ciri-ciri, jenis, sektor, contoh dan perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia secara lengkap.

Pengertian Ekonomi Kreatif

Ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru yang memfokuskan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari faktor produksi yang utama yaitu sumber daya manusia. Umumnya konsep ini didukung dengan adanya industri kreatif yang menjadi pengejawantahannya.

Ekonomi kreatif adalah sistem kegiatan manusia yang berhubungan dengan kreasi, produksi, distribusi, pertukaran dan konsumsi barang/jasa yang bernilai bagi para konsumen pasaran.

Ekonomi kreatif atau industri kreatif (knowledge based economy) juga diartiken sebagai pendekatan, trend, konsep dan kegiatan ekonomi dengan sumber kreativitas, inovasi, bakat, ide dan gagasan juga mengandalkan sumber daya manusia.

Pengertian Ekonomi Kreatif atau Industri Kreatif Menurut Para Ahli

Howkins (2001)

Ekonomi Kreatif terdiri atas periklanan, arsitektur, seni, kerajinan. desain, fashion, film, musik, seni pertunjukkan, penerbitan, penelitian dan pengembangan (R&D), perangkat lunak, mainan dan permainan, televisi dan radio, dan permainan video.

Institute For Development Economy and Finance (2005)

Ekonomi Kreatif adalah proses peningkatan nilai tambah hasil dari eksploitasi kekayaan intelektual berupa kreativitas, keahlihan dan bakat individu menjadi suatu produk yang bisa dijual.

Simatupang (2007)

Industri Kreatif merupakan industri yang berfokus pada kreasi dan eksploitasi karya kepemilikan intelektual seperti seni, film, permainan atau desain fashion, dan termasuk layanan kreatif antar perusahaan seperti iklan.

Departemen Perdagangan Republik Indonesia (2008)

Pengertian Industri Kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Karakteristik dan Ciri-Ciri Ekonomi Kreatif

Ciri khusus industri kreatif adalah menunjukkan keunggulan kreativitas dalam menciptakan desain kreatif pada produk barang/jasa yang dihasilkan.

Berikut ini karakteristik ekonomi kreatif, antara lain:

• Berbasis pada ide atau gagasan.

• Konsep yang ciptakan bersifat relatif.

• Pengembangan tak terbatas dalam segala bidang usaha.

• Siklus singkat, margin tinggi, keanekaragaman tinggi, persaingan tinggi, dan mudah ditiru.

• Dibutuhkan kerjasama dari semua pihak yang terlibat dalam industri kreatif, seperti kaum intelektual (cendekiawan), dunia usaha, dan pemerintah yang menjadi prasyarat paling dasar.

• Mempunyai unsur utama berupa kreativitas, keahlian dan talenta yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan melalui penawaran kreasi intelektual.

• Tersusun dari penyediaan produk kreatif langsung pada customer dan pendukung penciptaan nilai kreatif pada sektor lain yang berkaitan secara tak langsung dengan customer.

Jenis dan Sektor Ekonomi Kreatif

Menurut Departemen Perdagangan Republik Indonesia (2008), dalam buku Pengembangan Industri Kreatif 2025, jenis ekonomi kreatif dibagi menjadi 14 sektor industri atau ekonomi kreatif, antara lain:

Periklanan

Kegiatan kreatif yang berhubungan dengan jasa periklanan (komunikasi satu arah menggunakan medium tertentu), mencakup proses kreasi, produksi dan distribusi dari iklan yang dihasilkan, seperti riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi material iklan, promosi kampanye relasi publik, tampilan iklan di media cetak (surat kabar, majalah) dan elektronik (televisi dan radio), pemasangan berbagai poster dan gambar, penyebaran selebaran, pamflet, edaran, brosur dan reklame sejenis, distribusi dan delivery advertising materials atau sampel, serta penyewaan kolom untuk iklan.

Arsitektur

Kegiatan kreatif yang berhubungan dengan jasa desain bangunan, perencanaan biaya, kontruksi, konservasi bangunan warisan, pengawasan konstruksi baik secara menyeluruh dari level makro (town planning, urban design, landscape architecture) hingga dengan level mikro (detail konstruksi, seperti arsitektur taman, desain interior).

Pasar Barang Seni

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan perdagangan barang-barang asli, unik dan langka serta memiliki nilai estetika seni yang tinggi melalui lelang, galeri, toko, pasar swalayan, dan internet, misalnya: alat musik, percetakan, kerajinan, automobile, film indie-dokumenter, seni rupa dan lukisan.

Kerajinan (Handicraft)

Kegiatan kreatif yang berhubungan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang dibuat dan dihasilkan oleh tenaga pengrajin yang berawal dari desain awal sampai dengan proses penyelesaian produknya, antara lain meliputi barang kerajinan yang terbuat dari batu berharga, serat alam maupun buatan, kulit, rotan, bambu, kayu, logam, kaca, porselin, kain, marmer, tanah liat, dan kapur. Produk kerajinan pada umumnya hanya diproduksi dalam jumlah yang relatif kecil.

Desain

Kegiatan kreatif yang berhubungan dengan kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain industri, konsultasi identitas perusahaan dan jasa riset pemasaran serta produksi kemasan dan jasa pengepakan.

Fashion

Kegiatan kreatif yang berhubungan dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki, dan desain aksesoris mode lainnya, produksi pakaian mode dan aksesorisnya, konsultasi lini produk fesyen, serta distribusi produk fashion.

Film, Video dan Fotografi

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi produksi video, film dan jasa fotografi, serta distribusi rekaman video dan film. Termasuk didalamnya penulisan skrip, dubbing film, sinematografi, sinetron, eksibisi film.

Permainan Interaktif

Kegiatan kreatif yang berhubungan dengan kreasi, produksi dan distribusi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, ketangkasan, dan edukasi. Subsektor permainan interaktif sebagai hiburan semata namun juga sebagai alat bantu pembelajaran atau edukasi.

Musik

Kegiatan kreatif yang berhubungan dengan kreasi/komposisi, pertunjukan, reproduksi, dan distribusi dari rekaman suara atau lagu.

Seni Pertunjukan

Kegiatan kreatif yang berhubungan dengan usaha pengembangan konten, produksi pertunjukan (misalnya: pertunjukan balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik tradisional, musik teater, opera, termasuk tur musik etnik), desain dan pembuatan busana pertunjukan, tata panggung dan tata pencahayaan.

Penerbitan dan Percetakan

Kegiatan kreatif yang terkait dengan penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, koran, majalah, tabloid, dan konten digital serta kegiatan kantor berita dan pencari berita. Subsektor ini juga mencakup penerbitan perangko, material, uang kertas, blanko cek, giro, surat andil, obligasi, surat saham, surat berharga lainnya, passport, tiket pesawat terbang, dan terbitan khusus lainnya. Juga mencakup penerbitan, foto, grafir (engraving) dan kartu pos, formulir, poster, reproduksi, percetakan lukisan dan barang cetakan lainnya, termasuk rekaman mikro film.

Layanan Komputer dan Piranti Lunak

Kegiatan kreatif yang berhubungan dengan pengembangan teknologi informasi termasuk jasa layanan komputer, pengolahan data, pengembangan database, pengembangan piranti lunak, integrasi sistem, desain dan analisis sistem, desain arsitektur piranti lunak, desain prasarana piranti lunak dan piranti keras serta desain portal termasuk perawatannya.

Radio dan Televisi

Kegiatan kreatif yang berhubungan dengan usaha kreasi, produksi dan pengemasan, acara televisi, penyiaran, dan transmisi konten acara televisi dan radio, termasuk kegiatan station relay siaran radio dan televisi.

Riset dan Pengembangan

Kegiatan kreatif yang berhubungan dengan usaha inovatif yang menawarkan penemuan ilmu dan teknologi dan penerapan ilmu dan pengetahuan tersebut untuk perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, dan teknologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar ternasuk yang berhubungan dengan humaniora seperti penelitian dan pengembangan bahasa, sastra, dan seni serta jasa konsultasi bisnis dan manajemen.

Perkembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia

Perkembangan industri kreatif sudah ada sejak lama di Indonesia dengan sebutan ekonomi industri dan ekonomi informasi. Istilah ekonomi kreatif mulai digunakan pada tahun 2001, yaitu saat John Howkins menerbitkan buku tentang industri kreatif.

Ekonomi kreatif mulai berkembang pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan berlanjut pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Munculnya industri di Indonesia juga disebabkan karena beberapa tahun sebelumnya telah berkembang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Demikian artikel pembahasan tentang pengertian ekonomi kreatif menurut para ahli, ciri-ciri, jenis, sektor, contoh dan perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia secara lengkap. Semoga bermanfaat

 

Sumber https://www.pelajaran.co.id


CONTOH USAHA DIBIDANG ADVERTISING


















CONTOH MIKA AKRILIK







CONTOH GANTUNGAN KUNCI


















 

  • Share:

You Might Also Like

0 comments