Dasar Dasar Fotografi

By sae gallery - January 15, 2023


DASAR DASAR FOTOGRAFI

 

Sebelum kita belajar fotografi lebih mendalam, kalian akan saya ajak memahami teknik fotografi yang standart2 dulu

 

 

pertama kita pahami dulu tentang konsep pencahayaan.

pencahayaan adalah hal paling penting dalam belajar fotografi.

 

kita kenalan dulu dengan teman kita yang namanya:

 

EXPOSURE

 

EXPOSURE

 

 

 

Exposure adalah intensitas cahaya yang masuk dan jatuh pada medium kamera kemudian mempengaruhi gelap terangnya  hasil foto.



hhmmm... kok angel ngene pak istilah e..



gak rek...gak angel...



gampangan e ngene lo... semakin banyak cahaya yang masuk nang kamera mu... maka hasil foto mu semakin terang.. dan sebaliknya...semakin titik cahaya sing masuk nang kameramu.. maka hasil foto mu semakin gelap... 









APA SAJA YANG MEMPENGARUHI EXPOSURE?



1. APERTURE = BUKAAN LENSA



2. SUTTER SPEED = KECEPATAN RANA



3. ISO = KEPEKAAN





Jadi...!!!!

Foto yang kalian hasilkan bisa saja :

 

UNDER EXPOSURE = KURANG CAHAYA (PETENG DEDET)

 

NORMAL EXPOSURE = CUKUP CAHAYA

 

OVER EXPOSURE = KEBANYAKAN CAHAYA 

 

dibawah ini adalah contohnya

 



 



 

Baik anak anak... setelah bahas exposure... 

selanjutnya mari kita kenalan lebih dalam sama 

APERTURE, SUTTER SPEED, dan ISO

 

 

APERTURE

Aperture adalah bukaan lensa atau biasa disebut f-stop atau f-number.

Aperture bisa diibaratkan seperti jendela, semakin besar jendela dibuka, semakin banyak pula cahaya yang masuk.





Ada 1 hal lagi, selain urusan sama cahaya... 

aperture ini juga pengaruh sama RUANG TAJAM

 

SEMAKIN BESAR LUBANG LENSA.... MAKA....

AKAN SEMAKIN SEMPIT RUANG TAJAM

 

dibawah ini beberapa contohnya





 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

SUTTER SPEED

Shutter Speed adalah lama waktu ketika lubang lensa terbuka dan cahaya memasuki ke sensor gambar di dalam kamera

Misal kita mendengar “shutter speed foto ini adalah 1/30sec”, ini artinya kecepatan rana atau lamanya cahaya yang diijinkan masuk mengenai sensor adalah selama 1/30 detik.

Gambaran secara umum kecepatan rana :

  • 1 – 30+ detik » umumnya digunakan untuk pemotretan di malam hari atau kondisi minim cahaya dengan tripod;
  • 2 – 1/2 detik » menambahkan efek lembut pada pergerakan air, awan, pada foto landscape dengan tripod;
  • 1/2 -1/30 detik » menambahkan efek motion blur pada background objek yang bergerak (panning), tanpa bantuan tripod;
  • 1/50 – 1/100 detik » mengambil foto tanpa bantuan tripod pada zoom yang pendek atau wide;
  • 1/250 – 1/500 detik » membekukan objek pada foto sport, macro tanpa bantuan tripod dengan telephoto lens;
  • 1/1000 – 1/4000 detik » membekukan objek yang bergerak cepat.

dibawah ini beberapa contoh penerapan sutter speed rendah dan tinggi

 







 


 


 


 




 

 

ISO

Secara definisi, ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya, dikembangkan oleh ASA (American Standar Association) dan ISO (International Standard Organitation).

Pada kamera kita akan melihat ISO 100, ISO 200, ISO 400 dan seterusnya, ini adalah nilai ISO dimaksud.

Semakin tinggi ISO, semakin tinggi pula sensitifitas sensor/film terhadap cahaya.

ISO tinggi biasanya digunakan pada saat kondisi pencahayaan yang kurang atau minim. Karena intensitas cahaya yang rendah, maka ISO harus dinaikkan agak sensor menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.

Namun ada efek dari penggunaan ISO yang tinggi, hasil foto menjadi noise atau berbintik.

 



 

 

  • Share:

You Might Also Like

0 comments