Dasar Dasar Fotografi
DASAR DASAR FOTOGRAFI
Sebelum kita belajar fotografi lebih mendalam, kalian akan saya ajak memahami teknik fotografi yang standart2 dulu
pertama kita pahami dulu tentang konsep pencahayaan.
pencahayaan adalah hal paling penting dalam belajar fotografi.
kita kenalan dulu dengan teman kita yang namanya:
EXPOSURE
EXPOSURE
Exposure adalah intensitas cahaya yang masuk dan jatuh pada medium kamera kemudian mempengaruhi gelap terangnya hasil foto.
hhmmm... kok angel ngene pak istilah e..
gak rek...gak angel...
gampangan e ngene lo... semakin banyak cahaya yang masuk nang kamera mu... maka hasil foto mu semakin terang.. dan sebaliknya...semakin titik cahaya sing masuk nang kameramu.. maka hasil foto mu semakin gelap...
APA SAJA YANG MEMPENGARUHI EXPOSURE?
1. APERTURE = BUKAAN LENSA
2. SUTTER SPEED = KECEPATAN RANA
3. ISO = KEPEKAAN
Jadi...!!!!
Foto yang kalian hasilkan bisa saja :
UNDER EXPOSURE = KURANG CAHAYA (PETENG DEDET)
NORMAL EXPOSURE = CUKUP CAHAYA
OVER EXPOSURE = KEBANYAKAN CAHAYA
dibawah ini adalah contohnya
Baik anak anak... setelah bahas exposure...
selanjutnya mari kita kenalan lebih dalam sama
APERTURE, SUTTER SPEED, dan ISO
APERTURE
Aperture adalah bukaan lensa atau biasa disebut f-stop atau f-number.
Aperture bisa diibaratkan seperti jendela, semakin besar jendela dibuka, semakin banyak pula cahaya yang masuk.
Ada 1 hal lagi, selain urusan sama cahaya...
aperture ini juga pengaruh sama RUANG TAJAM
SEMAKIN BESAR LUBANG LENSA.... MAKA....
AKAN SEMAKIN SEMPIT RUANG TAJAM
dibawah ini beberapa contohnya
SUTTER SPEED
Shutter Speed adalah lama waktu ketika lubang lensa terbuka dan cahaya memasuki ke sensor gambar di dalam kamera
Misal kita mendengar “shutter speed foto ini adalah 1/30sec”, ini artinya kecepatan rana atau lamanya cahaya yang diijinkan masuk mengenai sensor adalah selama 1/30 detik.
Gambaran secara umum kecepatan rana :
- 1 – 30+ detik » umumnya digunakan untuk pemotretan di malam hari atau kondisi minim cahaya dengan tripod;
- 2 – 1/2 detik » menambahkan efek lembut pada pergerakan air, awan, pada foto landscape dengan tripod;
- 1/2 -1/30 detik » menambahkan efek motion blur pada background objek yang bergerak (panning), tanpa bantuan tripod;
- 1/50 – 1/100 detik » mengambil foto tanpa bantuan tripod pada zoom yang pendek atau wide;
- 1/250 – 1/500 detik » membekukan objek pada foto sport, macro tanpa bantuan tripod dengan telephoto lens;
- 1/1000 – 1/4000 detik » membekukan objek yang bergerak cepat.
dibawah ini beberapa contoh penerapan sutter speed rendah dan tinggi
ISO
Secara definisi, ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya, dikembangkan oleh ASA (American Standar Association) dan ISO (International Standard Organitation).
Pada kamera kita akan melihat ISO 100, ISO 200, ISO 400 dan seterusnya, ini adalah nilai ISO dimaksud.
Semakin tinggi ISO, semakin tinggi pula sensitifitas sensor/film terhadap cahaya.
ISO tinggi biasanya digunakan pada saat kondisi pencahayaan yang kurang atau minim. Karena intensitas cahaya yang rendah, maka ISO harus dinaikkan agak sensor menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.
Namun ada efek dari penggunaan ISO yang tinggi, hasil foto menjadi noise atau berbintik.
0 comments